Tumbuhan berbiji tertutup (Magnoliophyta) Rentang fosil: Zaman Jurasik – Sekarang bunga Magnolia virginia (more…)
December 5, 2009
November 23, 2009
Tumbuhan paku
<a href="
[Glitterfy.com - *Glitter Photos*]
Tumbuhan paku (Pteridophyta) Polystichum setiferum Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Pteridophyta Kelas Psilotopsida Equisetopsida Marattiopsida Polypodiopsida Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai: Tumbuhan paku Tumbuhan paku (atau paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta), adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. (more…)
November 2, 2009
Penyakit Kulit

Apakah Eksim Itu?
Eksim atau Dermatitis adalah istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang mana kulit tampak meradang dan iritasi. Keradangan ini bisa terjadi dimana saja namun yang paling sering terkena adalah tangan dan kaki. Jenis eksim yang paling sering dijumpai adalah eksim atopik atau dermatitis atopik. Gejala eksim akan mulai muncul pada masa anak anak terutama saat mereka berumur diatas 2 tahun. Pada beberapa kasus, eksim akan menghilang dengan bertambahnya usia, namun tidak sedikit pula yang akan menderita seumur hidupnya. Dengan pengobatan yang tepat, penyakit ini dapat dikendalikan dengan baik sehingga mengurangi angka kekambuhan. (more…)
Hewan Langka
Ikan Hiu Gergaji, Hewan Langka Dunia Dari Danau Sentani

Penampilan hiu gergaji cukup mengerikan. Namun bukan berarti ia menjadi penguasa sungai. Fakta di lapangan menunjukkan populasi anggota famili Pristidae yang bernama Latin Pristis Microdon ini terus menyusut. Hiu gergaji juga populer dengan nama pari atau hiu sentani karena memang ada di Danau Sentani, Papua. Orang mancanegara menyebutnya Largetooth Jawfish yang berarti ikan hiu bergigi besar. (more…)
Tingkat Pendidikan di Indonesia

Pendidikan anak usia dini
Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
Pendidikan menengah
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar. yang harus dilaksanakan minimal 9 tahun
Pendidikan tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Mata pelajaran pada perguruan tinggi merupakan penjurusan dari SMA, akan tetapi semestinya tidak boleh terlepas dari pelajaran SMA. (more…)
Gunung Ciremai

Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah dinamakan “Ciremai”) secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53′ 30″ LS dan 108° 24′ 00″ BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut.
Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.
Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.
Nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan ‘ci-’ untuk penamaan tempat.
Populasi Macan Tutul

Populasi macan tutul (Panthera pardus) di hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) terancam punah akibat pemburuan yang dilakukan warga sekitar sehingga perlu dilakukan pengamanan.
“Sekitar tahun 1900-an populasi macan tutul diperkirakan 50 sampai 100 ekor, namun saat ini sulit ditemukan jejaknya,” kata Kepala Bidang Kehutanan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Lebak, Asep Mauladi di Rangkasbitung, Senin (13/5).
Asep mengatakan, selama ini populasi macan tutul di kawasan TNGHS semakin berkurang, bahkan terancam punah karena saat ini keberadaan macan tutul yang ada diperkirakan antara 10 sampai 17 ekor. Perkiraan tersebut berdasarkan pendataan yang diterima dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Oleh karena itu, pihaknya merasa prihatin dengan berkurangnya populasi macan tutul tersebut. “Saya berharap polisi hutan Balai konservasi TNGHS melakukan kOrdinasi untuk pengamanan satwa-satwa langka itu,” katanya.
Saat ini, Balai Konservasi TNGHS tidak ada kordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak untuk melakukan pengamanandan serta pengawasan binatang langka itu. Sebagian besar kawasan TNGHS masuk pada wilayah Kabupaten Lebak, selain Bogor dan Sukabumi sehingga pihaknya juga merasa tanggung jawab untuk melakukan pengamanan dan pengawasan satwa langka tersebut.
Tata Surya
<a href="
[Glitterfy.com - *Glitter Photos*]“>
adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi[b], dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima obyek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami, yang biasa disebut dengan “bulan” sesuai dengan Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain. (more…)
Penyakit Kanker
Kanker Penyakit Mematikan

Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan, setiap tahun penderita kanker dunia bertambah 6,25 juta orang. Dalam 10 tahun mendatang diperkirakan 9 juta orang meninggal setiap tahun akibat kanker. Dua pertiga kanker di dunia berada di negara-negara berkembang. Di Indonesia sendiri, angka kematian akibat penyakit ini cenderung meningkat. Menurut data setiap tahunnya, dari 100 ribu penduduk, ditemukan 100 penderita kanker b
WHO juga menyatakan bahwa sepertiga sampai setengah dari jenis kanker bisa dicegah. Sepertiga lagi dapat disembuhkan bila diketemukan dan diobati sejak tahap awal/stadium dini. Sisanya hanya dapat diringankan penderitaannya. Karena itulah, upaya pencegahan kanker dan menemukannya pada stadium dini adalah sangat penting. Upaya pencegahan dapat membebaskan masyarakat dari penyakit kanker. Sedangkan mengetahui penyakit itu dalam tahap awal akan meringankan biaya pengobatan yang relatif mahal.
Eksploitasi Alam
Tokoh agama dan adat di Indonesia mengekspresikan keprihatinannya terhadap pemanasan global, menyatakan kerusakan lingkungan yang disebabkan tindakan manusia adalah melawan nilai-nilai agama dan spiritual, yang mengajarkan orang untuk menjaga alam dan hidup harmonis satu sama lain. Hal itu ditegaskan tokoh agama dan tokoh adat dalam pernyataan sikap menyikapi perubahan iklim menjelang UNCC di Bali, yang digelar di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis lalu. Ketua Steering Commitee, Raja Juli Antoni, yang membacakan pernyataan bersama, meminta agar pemerintah meninjau ulang peraturan perundang-undangan yang tidak mendukung kegiatan pelestarian lingkungan hidup. Selain itu, mereka menuntut pelaku ekonomi dunia, khususnya Amerika Serikat dan Australia segera melakukan pemotongan secara besar-besaran emisi gas rumah kaca, karena secara empiris 85 persen dari emisi dunia berasal dari negara-negara maju tersebut. Negara maju didesak memberikan kompensasi bagi negara-negara berkembang, sebagai bentuk hibah untuk memperbaiki ekologi yang sudah lama dieksploitasi demi kepentingan konsumsi negara maju. “Kami juga mendorong kepada pemerintah dan institusi pendidikan untuk memasukkan materi lingkungan hidup dan kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan pada setiap pendidikan formal dan non-formal,” bunyi pernyataan itu. Tuntutan para tokoh agama dan tokoh adat itu, tidak terlepas dari beberapa dekade terakhir ini, dunia benar-benar merasakan akan dampak terjadinya perubahan iklim. Indonesia mengalami kerusakan lingkungan terparah di dunia, dimana sekitar 50 juta hektar hutan di tanah air telah dieksploitasi besar-besaran, menurut Jakarta Post. (more…)









